Jumat, 07 Juni 2013

MAKALAH MASALAH-MASALAH PADA LANSIA



Hal-hal lain yang perlu dikaji meliputi permasalahannya pada :
1.      Mulut dan gigi
Gigi menjadi ompong yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit periodontal, sehingga gusi menjadi atrofi secara prograsif; mulut kring sehingg air liur mudah mengental.
2.      Kulit
Masalah yang sering muncul adalahgatal-gatalm kulit kering danmudah terluka.
3.      Ekstremitas atas dan bawah
Kulit kaki dan tangan kering, terjadi penebalan pada daerah yang tertekan, beberapa bagian kulit bahkan menipis, kulit terkelupas, pecah-pecah dan mudah tergores. Selain itu juga berbagai kelainan pada kuku seperti lapisan tanduk yang semakin mengeras, hipertropi kuku atau kuku yang merusak jaringan lunak dibawahnya.
4.      Mobilitas
Masalah mobilitas pada usia lanjut biasanya akibat faktor sekunder, misalnya keterbatasan pergerakan klien yang terjadi akibat beratnya penyakit atau kompleksitas dari gangguan fungsi tubuhnya. Untuk itu perlu dikaji kemampuan lama dan jenis aktivitas yang dapat dilakukan serta waktu yang digunakan untuk bristirahat setelah menjalani aktivitas tertentu.


5.      Eliminasi
Konstipasi, inkontinensia urin dan atau fekal, diare merupakan keluhan utama klien usia lanjut yang paling menonjol. Maka hal yang perlu dikaji adalah : frekuensi dan pola defekasi, penggunaan laxative atau nema, pola diet, masukan dan keluaran cairan, aktivitas klien, integritas kulit sekitar anus serta mengidentifikasi faktor penyebab munculnya masalah eliminasi.
6.      Penglihatan
Ketidakmampuan melihat secara jelas merupakan masalah yang selalu muncul bahkan klien dapat mengalami kehilangan fungsi penglihatan, glaukoma dan katarak. Hal yang perlu dikaji adalah jenis alat bantu pnglihatan yang digunakan serta pemeriksaan fisik pada mata sesuai dengan masalah yang muncul.
7.      Pendengaran
Penurunan atau menghilangnya fungsi mendengar juga kerap muncul seiring dengan bertambahnya usia. Sehingga perlu diketahui adakan alat bantu pendngaran yang digunakan klien.
8.      Jantung dan Pembuluh darah
Peningkatan TD (hipertensi), hipotensi orthostatis, penyakit jantung koroner atau bahkan gagal jantung merupakan penyakit yang lazim terjadi pada klien usia lanjut. Perubahan hemodinamik, pola diet, nyeri dada, kembung, bingung, sesak nafas, palpitasi, vertigo bahkan sinkop merupakan data-data yang perlu dikumpulkan oleh perawat.
Penyakit kardiovaskuler yang menjadi pembunuh pertama di negara-negara  industri maju makin naik prevalensinya di negara-negara sedang berkembang sejalan dengan kemajuan dan kemakmuaran yang dinikmatinya, termasuk di Indonesia.sebab terutama ksakitan dan kematian pada para lansia ini adalah penyakit jantung koroner, penyakit jantung hipertensif, penyakit jantung pulmulmonik,kardiomiopati dsb. Dengan komplikasi-kompliksi berupa gagal jantung kongestif, aritmia kordis, perkapuran katup jantung dsb.
Perubahan anatomik, fisiologik pada orang lansia, serta macam-macam penyakt jantung yang telah disebut di atas, secara terinci dengan faktor resiko-resikonya yang beraneka ragam, merokok, hipertensi, dislipidemi, DM.
Tujuan utama pengobatan ialah menghindari disabilitas dan mortalitas prematur, mempertahankan fungsi dan perbaikan kulaitas hidup. Pengetahuan mengenai pengaruh usia dan farmakokinesi dan farmakodinamik dan interaksi obat-obat yang banyak harus dikuasai betul.

9.      Pernafasan
Pnemonia dan obstruksi paru menahun juga merupakan masalah kesehatan pada sistem respirasi yang menonjol bagi usia lanjut. Untuk itu perlu diketahui adanya batuk, kesulitan mengeluarkan dahak, mudah lelah, lemah, BB menurun, tidak nafsu makan dll.
Usia lanjut bukanlah penyakit, tetapi merupakan tahap lanjut dari suatu kehidupan yang ditandai dengan menurunnya kemampuan tubuh untuk beradaptasi terhadpa stress atau pengaruh lingkungan. Proses menua melandasi berbagai kondisi yang terjadi pada usia lanjut (Kumar etal, 1992)
4 kriteria suatu kemunduran fungsi tubuh yang harus dipenuhi (Wijayakusumah, 1992) :
a.       Kemunduran fungsi dan kemampuan tubuh harus bersifat universal, artinya umumnya terjadi pada setiap orang
b.       Proses menua disebabkan oleh faktor instrinsik, yang berarti perubahan fungsi sel dan jaringan disebabkan oleh penyimpangan yang terjadi dalam sel dan bukan oleh faktor lain.
c.       Proses menua terjadi secara prorasif, berkelanjutan, berangsur lambat dan tidak dapat berbaik lagi.
d.      Proses menua bersifat proses kemundurn / kerusakan (injury).

Penyakit paru yang sering ditemukan pada usia lanjut adalah : infeksi saluran nafas bagian bawah (khususnya pnemonia), tuberkulosis paru, PPOM dan karsinoma paru pada usia lanjut.
10.  Endokrin
Diabetes melitus dn penyakit tiroid kerap merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemui pada usia lanjut. Tanda dan gejala terhadap kehilangan atau meningkatnya BB, hilangnya atau meningkatnya nafsu makan, sesak nafas, palpitasi, tremor, kelemahan atau adanya intoleransi terhadap perubahan cuaca dingin atau panas.
Proses menua sering dihubungkan dengan penurunan berbagai faal tubuh, antara lain : faal endokrin. Namun tidak semua benar, banyak keadaan yang harus diperhatikan dalam menilai kelainan endokrin usia lanjut, misalnya cara pendekatan, interpretasi hasil alboratorium, interpretasi gejala klinis maupun pemberian obat.
Beberapa kelainan yang sering terjadi dibahas disini, yaitu DM, kelaian tiroid : hipertiroid, hipotiroid, kanker tiroid, hormon sek pada pria maupun wanita serta pengobatan hiperkolesterolemia pada usia lanjut.

11.  Nyeri
Nyeri merupakan pengalaman subjektif bagi setiap individu. Nyeri pada usia lanjut dirasakan 2x lebih berat dibandingkan usia muda (Luckman, 1997).
Data yang perlu dikumpulkan adalah skala nyeri, pernyataan rasa nyeri, menangis, mengerang kesakitan, agitasi, lemah, dan tampak tertekan disamping adanya prubahan TTV.

12.  Depresi
Perasaan tidak berdaya muncul akibat hilangnya berbagai fungsi organ tubuh oleh karena bertambahnya usia. Sulit berkosentrasi, merasa sedih dan pesimis, kesulitan atau terlalu banyak tidur, kelebihan atau kehilangan BB, hilangnya minat melakukan aktivitas, berfikir untuk mati atau bunuh diri dan menurunnya motivasi serta energi merupakan tanda-tanda bagi klien yang mengalami depresi.

13.  Demensia
Demensia ditandai dengan adanya gangguan berbahasa, kehilangan daya ingat terutama ingatan jangka pendek, gangguan dalam memberikan alasan yang abstrak, sangat tergantung dengan bantuan orang lain dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta tidak mampu untuk berkomuniksi dengan jelas secara lengkap dan ekspresif.
14.  Kelainan hematologi usia lanjut
Anemia kekurangan zat besi pada golongan usia lanjut selalu disebabkan karena kehilangan darah. Oleh karena itu, dalam pengelolaan harus dicari penyebab perdarahan terutama dari sistem gastro intestinal. Anemia pernisiosa, defisiensi vitamin B12 dan asam folat merupakan penyebab anemia megaloblastik pada usia lanjut.
Penyebab kekurangan B12 pada usia lanjut adalah gastrektomi, kelainan ileum (Crohn, tuberkulosis, limfoma, fistel); sedangkan penyebab kekurang asam folat pada usia lanjut adalah diet khusus, reseksi djedjenum, anemia hemolitik kronik, keganasan, penyakit inflamasi kronik dialisis, penggunaan obat yang merupakan antagonis penggunaan asam folat. Gejala klinik anemia defisiensi Vit. B12 merupakan kombinsi antara anemia megaloblastik dan gangguan neuropati. Leukimia Mielositik (LMA) sering terjadi pada golongan usia lanjut. Prognosis LMA pada usia lanjut lebih jelek karena adanya 2 fakto, yaitu :
a.       Penurunan toleransi terhadap kemoterapi, yang mengakibatkan tingginya awal akibat infeksi.
b.      Akibat tingginya angka kejadian leukimia sekunder, yang merupakan transpormasi dari sindroma mielodisplasia. Leukimia sekonder ini resisten terhadap kmeoterapi.

Sindroma meilodisplasia merupakan preleukimia. Terutama mengenai golongan usia lanjut, dengan median umur untuk laki-laki 74,1 thun, wanita 78,2 tahun. Penyakit ini digolongkan menjadi 5 subtipe, yakni :
a.       Anemia refrakter
b.      Anemia refrakter dengan cincin sideroblast
c.       Anemia refrakter dengan hitung sel blas yang meningkat
d.      Anemia refrakter dengan hitung sel blas yang meningkat dalam transpormasi.
e.       Leukimia mielomonositik kronik.

Mielo multiple merupakan keganasan sel plasma yang terjadi di sumsum tulang, tetapi juga di luar sumsum tulang. Kelainan patologi dapat sebagai akibat sel plasma ganas sendiri seperti : destruksi tulang, hiperkalsemia, anemia, leukopenia dan trombo-sitopenia, atau sebagai akibat protein abnormal yang diproduksi oleh sel plasma ganas terebut seperti sindroma hipervikositas dan ganggua fungsi ginjal.

15.  Persyarafan
Stroke merupakan gangguan yang terutama menyerang usia lanjut. Patologi dasar dari stroke adalah suatu kelainan sebagai akibat berbagai faktor resiko yang kemudian mengarah pada terjadinya 2 jenis kelainan utama stroke, yaitu penyumbatan baik oleh suatu trombus atau emboli yang menyebabkan terjadinya stroke iskemik, dan pecahnya suatu anerisma atau penipisan dinding arteri (atau cabangnya) yang mengakibatkan terjadinya suatu stroke homragik. Morbiditas dan mortalitas akibat stroke disebabkan oleh kelainan di otak dan kelainan iskemik baik sebagai faktor resiko maupun sebagai komplikasi dari stroke.

16.  Gastrointestinal
Proses menua membaw banyak perubahan pada usia lanjut. Pada sistem gastrointestinal, mulai dari gigi-geligi sampai ke kolon / rektum. Oleh karena gangguan pada sistem gastrointestinal sering kali menyebabkan gangguan nutrisi yang kemudian secara berantai menyebabkan penurunan daya tahan tubuh.

17.  Sebab-sebab Gangguan Reumatik/Muskuloskeletal pada usia lanjut
Reumatik merupakan sindroma. Pada usia lanjut, sebab-sebab gangguan rematik / muskuloskeletal  dapat dikelompokkans ebagai berikut :
a.       Mekanik           : -    Penyakit sendi degeneratif (osteoartritis)
-          Stenosis spinal
b.      Metabolik        : osteoporosis, myxedema, penyakit paget.
c.       Berkaitan dengan penyakit keganasan :
-          Atropati karsinomatosa ate neuromipati
-          Dermatomiositis, osteoartropati, hipertropika.
d.      Pengaruh obat :
-          Diuretika – gout
-          Lupus eritromatosis
-          Osteopeni, miopati karena kortikosteroid
e.       Radang :
-          Polymyalgia rheumatica
-          Temporal (giant cell) artritis
-          Gout.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar